seorang pemuda paruh baya tersudut di sisi gelap kehidupan. hati nya gundah gulana. telah banyak mimpinya yg tak terbeli. dia terus melangkah, meski kaki telah berdarah. dia terus menatap, meski mata telah lelap. walau berat, dia akan tetap tersenyum. karena dia tau, cobaan itu hanya bias. dan kehidupan adalah nikmat yg tak terganti yg diberikan oleh "Sang Pencipta".
menghargai hidup berarti mendekatkan diri pada "Sang Pencipta". menyesali hidup berarti menjauhkan diri dari "Sang Pencipta". mengakhiri hidup berarti menantang "Sang Pencipta". semua itu pilihan. kita yg menentukan, kita yg menjalani.
takdir kita adalah dilahirkan. kewajiban kita adalah menjalani hidup. hak kita tentunya hanya mati. bila kita menjalani kewajiban kita dengan hati yg iklas, maka kita akan mendapatkan hak kita dengan damai. begitu juga sebalik nya.
hidup itu mudah. menjalani hidup yg sulit. mengapa kita tidak coba mengganti kata "menjalani hidup" menjadi "menghargai hidup". menghargai hidup itu mudah, kita hanya perlu bersyukur dan berterimakasih kepada "Sang Pencipta".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar