pagi ini sama saja dengan pagi - pagi yg lalu.. berdebu dan penat. waktu menunjukan pukul setengah sembilan lewat tiga menit, sudah waktu nya pulang.. jl. dewi sartika menuju arah otista padat merayap. setelah mempersiapkan diri, gw pun memutuskan untuk pulang (pengen tidur lagi coy...) dari pada bete di angkot mending gw jalan kaki.. jauh sih, tapi ga apa apa yg penting sehat.
ku hirup asap rokok terakhir, karena gw ga punya rokok lagi (ini aja boleh minta) gw berhenti sejenak di depan gerbang PT.INSANI BHAKTI GEMILANG.. memandangi karyawan salah satu bank swasta yg tepat berada di seberang jalan, otak pun mulai terkontaminasi dan hasrat pun mulai meninggi. stop, mikirin yg engga - engga. mending lanjutkan lagi perjalanan ini. sejenak gw berdiri terpaku menatap langit, terbersit sepucuk doa untuk sang pencipta.. "ya tuhan, semoga aja nanti di jalan yeye nemu duit..(ngarep!)".
perjalanan pun dimulai.. di awali dengan para pencari barang bekas yg lagi asik bercengkrama di depan apotik cawang, dengan gerobak yg berjejer rapi di bahu jalan, mereka tertawa lepas. senyum senyum lepas tersirat di bibir mereka, ini realita. setidak nya mereka tidak harus bermacet macet ria untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
gw sampai juga di ujung jl.dewi sartika setelah melewati deretan pengrajin alumunium dan warga ibu kota yg sibuk dengan urusan nya masing - masing. gw belok ke kanan menuju arah BNN. pandangan pun semakin suntuk, kemacetan memberikan sebuah pemandangan yg ekstrim.. ratusan manusia dengan sejuta kepentingan saling berpacu mencari nafkah, gw beruntung masih bisa bebas, masih bisa santai - santai dengan kehidupan gw.
sampai di depan BNN gw disambut oleh polisi dan para tentara dengan senapan laras panjang di tangan nya.. entah apa yg mereka awasi, gw juga ga ngerti.. mending gw buru - buru cabut dari pada kena tembak.
this is the way I liked most.. akhirnya gw tiba juga di jembatan penyeberangan yg membentang dari depan BNN sampai komplek perumahan biru laut.. entah mengapa disini juga banyak polisi. gara - gara banyak polisi gw jadi ga bisa berhenti sebentar buat menikmati pemandangan dari atas jembatan yg menurut gw lain dari pada yg lain. (sebel!!)
perjalanan masih berlanjut, sekarag memasuki kawasan komplek perumahan yg sepi. cuma ada para pembantu, tukang bubur, tukang sayur, anjing komplek dan para manula yg lagi asik berjemur.. sungguh pemandangan yg membosankan, tidak menarik, tidak bermakna, tidak ada hikmah yg bisa di ambil. pemandangan ini terus berlanjut nyampe depan rumah gw, yg ternyata kakek gw juga lagi berjemur ngabisin umur.. hah! membosankan!!.
mendingan gw buru - buru tidur, dari pada makan hati ngeladenin kehidupan yg suram ini.
salam damai.. semoga semua akan selalu baik - baik saja, keep your smile brada..hahahaha
Tidak ada komentar:
Posting Komentar